Senin, 30 November 2009

Lingkungan

Kenapa lingkungan justru semakin rusak oleh manusia?

Karena saat ini sesuai dengan perubahan zaman, ruang publik semakin luas. Beragam kegiatan masyarakat tampil sangat aktif. Perhatian dan keterlibatan masyarakat serta para aktivisnya dalam lingkungan hidup jangan ketinggalan. Contohnya kebakaran hutan di Kalimantan indikator semakin rusaknya ekologi di negeri kita. Kemerosotan lingkungan alam berlangsung di mana-mana. Akibat merosotnya lagi tingkatan hidup. Akibat maraknya sikap masa bodoh oleh manusia. Jangankan terhadap lingkungan lama, terhadap kondisi sesama warga saja, justru di masa kepedulian akan martabat dan hak asasi manusia ini, juga menunjukkan kemunduran. Intinya, semua sadar bahwa bencana yang datang akibat manusia tidak lagi hidup selaras dengan alam. Hanya soal waktu, keserakahan dan ketamakan manusia yang mengeksploitasi alam dan lingkungan tanpa terencana dan terkendali dengan baik akan membuahkan bencana yang menimpa kehidupan manusia itu sendiri. Bencana banjir, tanah longsor, dan kekeringan akan silih berganti menjadi bencana akibat daya dukung lingkungan yang tak mampu lagi menahannya. Bencana lingkungan yang terjadi hingga saat ini bahkan dirasakan lebih sering dan parah, tidak serta-merta terjadi begitu saja.Dalam kenyataannya, alam tempat makhluk hidup manusia dan lingkungan yang seharusnya selaras ini justru berubah atau tidak seimbang lagi. Pemanfaatan sumber daya alam dengan mengacuhkan pelestarian seolah jadi kebiasaan yang dilakukan semua pihak. Tidak heran apabila alam yang terbatas daya dukungnya itu pada akhirnya bisa murka juga. Bencana memang tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia. Bencana justru akan semakin parah jika manusia sendiri tak menjaga alamnya. Semua pihak menyadari bahwa ketika alam dirusak, ketika lingkungan hidup diabaikan, berarti kehancuran di depan mata. Masalahnya, mengapa mausia tidak mau belajar dari pengalaman dan melakukan pengelolaan risiko dengan baik? bukannya mencegah tetapi malah merusak lingkungan semakin parah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar